Upaya Penyelundupan Anak Orang Utan ke Malaysia Berhasil Digagalkan Polisi

Berita umum

Upaya Penyelundupan Anak Orang Utan ke Malaysia Berhasil Digagalkan Polisi – Kepolisian perairan Malaysia (PPM) menggagalkan usaha penyelundupan anak orang utan serta delapan hewan yg dilindungi yang lain. Empat orang, termasuk juga tiga penduduk negara Indonesia (WNI), diamankan berkaitan usaha penyelundupan itu.

Senin (8/4/2019), orang utan serta hewan-hewan dilindungi itu ditaksir berharga 403 ribu Ringgit atau sama dengan Rp 1,3 miliar apabila dipasarkan di pasar gelap.

Komandan PBB Lokasi Dua, ACP Paul Khiu Khon Chiang, menyebutkan kunci keberhasilan penggagalan usaha penyelundupan itu ada di kegiatan pengintaian yg dikerjakan di dermaga nelayan Parit Unas di distrik Muar, Johor pada Sabtu (6/4) malam waktu ditempat, selesai memperoleh kabar bab usaha penyelundupan.

Selesai tunggu sepanjang hampir satu jam, Polisi Air Malaysia memergoki satu mobil brand Perodua Alza bekerja mendekati dermaga. Beberapa awak kapal yg berlabuh di dermaga itu selanjutnya tampak keluarkan beberapa kotak dari kapal serta masukkan ke mobil itu.

“Hati-hati dengan datangnya otoritas ditempat, pengemudi Perodua Alza melarikan diri akan tetapi kami sukses mencegat kendaraan itu serta membendung pengemudinya selesai lakukan pengejaran singkat,” kata ACP Khiu pada wartawan ditempat.

Jati diri pengemudi mobil yg ditahan itu tak dimaksud identitasnya. ACP Khiu cuma mengatakannya jadi pria Malaysia berumur 28 tahun.

Empat kotak yg diketemukan dalam mobil yg dikemudikan pria Malaysia itu didapati berisi dua ekor orang utan, termasuk juga satu ekor bayi orang utan, selanjutnya enam ekor siamang serta satu ekor tukar albino.

Tidak cuman meringkus pria Malaysia itu, Polisi Air Malaysia pun mencegat kapal yg dimanfaatkan sindikat penyelundup hewan dilindungi ini. Kapal patroli kepolisian air Malaysia merasakan tiga pria Indonesia dalam kapal itu. Ke-tiga WNI yg berumur pada 23-40 tahun serta tak dimaksud namanya itu langsung diamankan.

Ditambah lagi ACP Khiu, seluruhnya hewan yg diselundupkan udah diserahkan pada Departemen Satwa Liar ditempat. Dipercaya kalau hewan-hewan dilindungi itu akan dipasarkan di pasar gelap untuk pertunjukan atau jadi hewan peliharaan.

“Kami menyakini kalau sindikat penyelundupan memanfaatkan arah laut di Sungai Muar ke arah Parit Unas untuk menyelundupkan hewan-hewan itu sebelum berlabuh di dermaga. Hewan-hewan itu selanjutnya dibawa ke Selangor untuk diantar ke banyak konsumen,” ucap ACP Khiu dalam pengakuannya.

Empat terduga, satu pria Malaysia serta tiga WNI, ditahan sebab pelanggaran pada Undang-undang Konservasi Satwa Liar Tahun 2010, Undang-undang Antiperdagangan Manusia serta Antipenyelundupan Imigran Tahun 2007 serta Undang-undang Imigrasi Tahun 1959/1963.