Home / Berita umum / Ayah di Karawang Tega Perkosa Anak Kandungnya yang Masih Usia 12 Tahun

Ayah di Karawang Tega Perkosa Anak Kandungnya yang Masih Usia 12 Tahun

Ayah di Karawang Tega Perkosa Anak Kandungnya yang Masih Usia 12 Tahun – Seseorang duda di Karawang, Jawa Barat berinisial FO (30) dengan bejat memerkosa anak kandungnya sendiri yang masih tetap berusia 12 tahun. Diluar itu, korban acapkali disiksa serta dilarang sekolah.

Prilaku keji FO selesai bercerai dengan istrinya. FO bebas melampiaskan nafsu bejatnya dikarenakan tiada orang-orang dalam rumah mereka. “Sehabis bercerai, ibunya tinggal di Majalengka. Jadi rumah itu cuma ada korban serta ayahnya,” kata seseorang tetangga, Ratmi, Rabu (27/3/2019).

Perbuatan bejat FO tersingkap kala korban itu berbagi terhadap Ratmi. Dari pengakuannya, korban sudah berulang-ulang dicabuli sejak mulai 4 bulan waktu lalu.

Ratmi memaparkan, dalam empat bulan paling akhir korban acapkali kelihatan murung serta susah. Bahkan juga berperilaku gak lumrah. Bahkan juga hampir tiap-tiap malam tangisan korban acapkali terdengar oleh tetangga.

Awal mulanya korban gak pengin selalu jelas. Tapi sehabis dibawa mengobrol serta berlangsung pendarahan pada alat vitalnya, korban baru memaparkan segalanya.

“Korban pula mengakui seringkali dipukuli. Saya lihat sendiri luka memar di tubuhnya,” kata Ratmi.

Diluar itu, korban sejauh ini belum pernah dinafkahi pantas oleh ayahnya yang seseorang pengangguran. “Korban seringkali diminta bapaknya mungutin rokok, selalu meminta nasi ke tetangga. Tiap-tiap di tanya, tukasnya buat bapak,” tukasnya.

Situasi itu bikin korban mesti putus sekolah pada kelas 4 SD. Meskipun sekolah telah gratis, FO gak mengijinkannya anaknya itu sekolah.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan menegaskan FO sudah diamankan sehabis ada laporan. “Kami baru saja telah tangkap pemeran,” pungkasnya.

Waktu ini, kata Bimantoro, penyidik masih tetap lakukan pengecekan mendalam pada pemeran. Buat sesaat pemeran masih tetap selalu berkilah serta memberi info yang berganti-ganti.

Meskipun demikian penyidik sudah kantongi hasil visum korban. Akhirnya, diketemukan beberapa memar serta luka pada kelamin korban.

“Hasil visum jadi panutan penyidik dalam menentukan pemeran menjadi terduga,” kata Bimantoro.

About penulis